Opini

BICGC 2026 sebagai Ruang Jejaring Guru BK se-Indonesia dan Dunia

Tim Pandu Tumbuh 19 Juli 2026 1 menit baca 0 kali dibaca

Profesi yang Sering Bekerja Sendirian

Di banyak sekolah, Guru BK hanya berjumlah satu atau dua orang untuk seluruh siswa — profesi yang secara struktural rawan bekerja dalam kesendirian tanpa banyak ruang berdiskusi dengan sesama praktisi. Forum seperti The 3rd Bandung International Conference of Guidance and Counseling (BICGC) 2026 (22-23 Juli 2026, UPI) hadir sebagai salah satu ruang langka untuk memutus kesendirian itu.

Bertemu Sesama Praktisi, Bukan Cuma Mendengarkan Pembicara

Di sela sesi bersama narasumber seperti Prof. Dr. Ahmad Jazimin Jusoh dan Prof. Timothy Simms, Ph.D., peserta bertemu ratusan Guru BK, dosen, dan mahasiswa BK lain dari berbagai daerah. Bertukar cerita tentang tantangan nyata di sekolah masing-masing sering kali sama berharganya dengan materi resmi di panggung.

Relevan dengan Tema Kearifan Lokal

Tema "Global Perspectives and Local Wisdom" mengingatkan bahwa solusi terbaik untuk siswa Indonesia sering lahir dari saling bertukar praktik baik antar sekolah dan daerah — bukan hanya mengimpor teori dari luar negeri secara mentah.


Catatan pembaruan: The 3rd BICGC UPI 2026 telah berlangsung pada 22–23 Juli 2026 di Universitas Pendidikan Indonesia. Artikel ini diperbarui pasca-acara menjadi catatan referensi tentang temanya, bukan lagi ajakan mendaftar.

Bagikan Artikel Ini
Suka pembahasan ini? Ikuti kami:

Dapatkan infografis, modul BK, materi ice breaking, dan ringkasan regulasi pendidikan terbaru di media sosial resmi kami.

Suka artikel ini? Coba Pandu Tumbuh gratis untuk sekolah Anda.

Coba Pandu Tumbuh Gratis untuk Sekolah Anda →

Artikel ini kami tulis gratis untuk guru BK Indonesia.

Dapatkan Update Terbaru

Berlangganan newsletter Pandu Tumbuh untuk mendapatkan tips bimbingan dan konseling dan pembaruan fitur.

Diskusi Artikel

Komentar baru ditinjau sebelum ditampilkan.

Belum ada komentar yang disetujui.

Silakan masuk untuk berkomentar.