
Pentingnya Self-Compassion saat Mengalami Kegagalan Akademik
Menjadi Sahabat Terbaik Bagi Diri Sendiri
Saat kita melakukan kesalahan atau mendapatkan nilai ujian yang buruk, suara di dalam kepala kita sering kali menjadi kritikus yang sangat kejam. Kita sering kali memarahi diri sendiri dengan kalimat seperti, "Kamu bodoh," atau "Kamu tidak berguna."
Padahal, memperlakukan diri sendiri dengan kejam saat gagal tidak akan membuat kita menjadi lebih pintar. Sebaliknya, hal itu justru memicu kecemasan dan menurunkan motivasi belajar. Yang kita butuhkan adalah Self-Compassion (Welas Asih Diri).
3 Komponen Utama Self-Compassion
Menurut psikolog Kristin Neff, self-compassion terdiri dari tiga elemen:
- Kebaikan Diri (Self-Kindness): Bersikap hangat dan pengertian pada diri sendiri ketika mengalami kesulitan, alih-alih menghakimi atau mengkritik dengan keras.
- Kemanusiaan Bersama (Common Humanity): Menyadari bahwa kegagalan, kesalahan, dan penderitaan adalah bagian alami dari pengalaman hidup semua manusia. Kamu tidak sendirian dalam merasakan kekecewaan ini.
- Kesadaran Penuh (Mindfulness): Mengamati perasaan kecewa kita dengan jujur tanpa melebih-lebihkannya atau mencoba menekan perasaan tersebut.
Lain kali saat kamu mengalami kegagalan, bicaralah pada dirimu sendiri dengan kelembutan yang sama seperti saat kamu menghibur sahabat terdekatmu yang sedang sedih.
Suka artikel ini? Coba Pandu Tumbuh gratis untuk sekolah Anda.
Coba Pandu Tumbuh Gratis untuk Sekolah Anda →Dapatkan Update Terbaru
Berlangganan newsletter Pandu Tumbuh untuk mendapatkan tips bimbingan dan konseling dan pembaruan fitur.
Diskusi Artikel
Komentar baru ditinjau sebelum ditampilkan.
Belum ada komentar yang disetujui.
Silakan masuk untuk berkomentar.