
Dari Kebijakan ke Kelas: 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan 8 Dimensi Profil Lulusan dalam Satu Program Literasi Sekolah
Sekolah di Indonesia saat ini menghadapi dua agenda kebijakan besar dari Kemendikdasmen sekaligus: Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan 8 Dimensi Profil Lulusan dalam kerangka Pembelajaran Mendalam. Keduanya sering dibahas sebagai program terpisah — padahal di lapangan, satu program sekolah yang dirancang dengan baik bisa menjawab keduanya sekaligus. Contohnya sudah ada di SMP Negeri 12 Tasikmalaya.
Dua Agenda, Sering Dianggap Dua Hal Berbeda
Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat diluncurkan Kemendikdasmen pada 27 Desember 2024 sebagai bagian dari Asta Cita ke-4 pemerintahan Prabowo–Gibran, bertujuan membentuk generasi anak Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter unggul. Ketujuh kebiasaannya: Bangun Pagi, Beribadah, Berolahraga, Makan Sehat dan Bergizi, Gemar Belajar, Bermasyarakat, dan Tidur Cepat — disosialisasikan lewat senam dan album lagu edukatif agar mudah diterima anak-anak.
Sementara itu, 8 Dimensi Profil Lulusan — Keimanan dan Ketakwaan, Kewargaan, Penalaran Kritis, Kreativitas, Kolaborasi, Kemandirian, Kesehatan, dan Komunikasi — adalah standar kompetensi lulusan dalam kerangka Pembelajaran Mendalam (Permendikdasmen No. 13/2025) yang wajib diterapkan sejak tahun ajaran 2025/2026. Kami sudah membahas bagaimana kerangka ini diterjemahkan ke rencana layanan BK di artikel sebelumnya.
Keduanya lahir dari kementerian yang sama, dalam periode yang berdekatan, tapi kerap dibahas di forum dan pelatihan yang terpisah — seolah guru harus memilih fokus ke salah satu.
Satu Program yang Menjawab Keduanya Sekaligus
Di SMP Negeri 12 Tasikmalaya, guru sekaligus Pengelola (Admin) Website sekolah, Harsya Khair Syah, M.Pd., merancang ekosistem literasi digital Nedulatas Pedia dan program One Day One Link — bukan sebagai proyek kepatuhan kebijakan, melainkan untuk menjawab masalah nyata: 1.105 siswa dengan akses gawai luas yang didominasi hiburan non-edukatif. Namun struktur program ini, ditelusuri komponen demi komponen, ternyata sudah menyentuh kedua kerangka kebijakan itu sekaligus.
Suka artikel ini? Coba Pandu Tumbuh gratis untuk sekolah Anda.
Coba Pandu Tumbuh Gratis untuk Sekolah Anda →Dapatkan Update Terbaru
Berlangganan newsletter Pandu Tumbuh untuk mendapatkan tips bimbingan dan konseling dan pembaruan fitur.
Diskusi Artikel
Komentar baru ditinjau sebelum ditampilkan.
Belum ada komentar yang disetujui.
Silakan masuk untuk berkomentar.