
Bertanya Dulu, Baru Menasihati: Keterampilan Coaching untuk Guru BK Saat Bicara dengan Orang Tua yang Sulit Diajak Bicara
Artikel ini merupakan konten kerja sama (sponsor) Pandu Tumbuh dengan Transformasi Indonesia, lembaga pengembangan diri dan sumber daya manusia.
Setiap guru BK pernah mengalaminya: memanggil orang tua siswa untuk membicarakan hal serius, lalu mendapati orang tua itu justru menutup diri, defensif, atau menyangkal. Kami sudah membahas strategi menyampaikan kabar sulit ke orang tua yang menolak mendengar — artikel ini melengkapi dari sisi lain: satu keterampilan komunikasi dari dunia coaching yang bisa membantu guru BK membuka percakapan semacam itu, sebelum sampai ke tahap menyampaikan kabar sulitnya.
Kenapa Menasihati Duluan Sering Tidak Berhasil
Naluri alami saat menghadapi orang tua yang defensif adalah meyakinkan mereka lewat penjelasan dan nasihat — "anak Ibu/Bapak perlu begini, sebaiknya begitu". Masalahnya, orang tua yang sudah dalam mode defensif cenderung mendengar nasihat sebagai penghakiman, bukan bantuan, sehingga makin menutup diri. Prinsip dasar coaching menawarkan urutan yang berbeda: bertanya dulu, baru menasihati — bahkan kalau nasihat itu tetap perlu disampaikan di akhir.
Prinsip "Pertanyaan Terbuka" dari Dunia Coaching
Dalam coaching, ada perbedaan mendasar antara pertanyaan tertutup (yang jawabannya cuma "ya/tidak", dan sering terasa seperti introgasi) dengan pertanyaan terbuka yang mengundang orang untuk bercerita dengan kata-katanya sendiri. Alih-alih "Apakah Ibu tahu anak Ibu sering bolos?", pertanyaan terbuka semacam "Bagaimana keseharian anak Ibu belakangan ini di rumah, menurut pengamatan Ibu sendiri?" memberi ruang orang tua untuk bercerita dulu, sebelum guru BK menambahkan informasi dari sisi sekolah.
Pendekatan ini bukan trik manipulatif untuk melunakkan orang tua, tapi cara membangun rasa didengar lebih dulu — yang justru membuat orang tua lebih siap mendengar balik ketika gilirannya guru BK bicara.
Belajar dari Lembaga yang Menekuni Coaching secara Formal
Keterampilan bertanya seperti ini adalah salah satu inti pelatihan coaching yang diajarkan Transformasi Indonesia, lembaga pengembangan diri dan SDM yang didirikan oleh Dr. Iwan D Gunawan, S.S., M.Pd. — doktor Pengembangan Kurikulum dari Universitas Pendidikan Indonesia bekerja sama dengan Ohio State University, sekaligus dosen di Universitas Pasundan. Bagi guru BK yang ingin memperdalam keterampilan komunikasi semacam ini secara formal dan terstruktur — bukan sekadar coba-coba sendiri — pelatihan coaching profesional adalah salah satu jalur yang bisa ditempuh.
Suka artikel ini? Coba Pandu Tumbuh gratis untuk sekolah Anda.
Coba Pandu Tumbuh Gratis untuk Sekolah Anda →Dapatkan Update Terbaru
Berlangganan newsletter Pandu Tumbuh untuk mendapatkan tips bimbingan dan konseling dan pembaruan fitur.
Diskusi Artikel
Komentar baru ditinjau sebelum ditampilkan.
Belum ada komentar yang disetujui.
Silakan masuk untuk berkomentar.